Halaman

Minggu, 22 Mei 2016

Mengolah Limbah Cangkang Telur Jadi Obat Maag

Mengolah Limbah Cangkang Telur Jadi Obat Maag


Tahukah Anda ternyata limbah cangkang telur berkhasiat bagi kesehatan? Ditangan sekelompok mahasiswa UGM, limbah tersebut dibuat menjadi obat untuk mengatasi asam lambung atau maag.

Mereka adalah Izzaturrohmah K A (Fakultas Farmasi), Rosalia Fransisca I (Fakultas Biologi), Sheila Meirizkam(FEB), Dika Sotyasakti (Fakultas Farmasi), dan Bustomi Laimeheriwa (FTP). Kelimanya mengembangkan formula antasida atau penetral asam lambung berbahan cangkang telur melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) UGM.

Izza menyampaikan bahwa dalam cangkang telur mengandung kalsium karbonat. Kalsium karbonat merupakan garam kalsium yang terdapat pada kapur, batu kapur, pualam, dan menjadi komponen utama cangkang telur.

"Dalam cangkang telur mengandung kalsium karbonat dalam jumlah besar yaitu sebanyak 97 persen," jelasnya Jum’at (20/5) di Fakultas Farmasi UGM.

Dalam dunia farmasi kalsium karbonat ini biasa digunakan sebagai antasida karena kemampuannya dalam menetralkan asam lambung. Oleh sebab itu, senyawa ini banyak dimanfaatkan untuk mengobati penyakit saluran cerna. Melihat besarnya kandungan kalsium karbonat dalam cangkang telur, lima mahasiswa muda ini pun berusaha membuat antasida dari bahan tersebut.

"Kami memanfaatkan limbah cangkang telur yang jumlahnya cukup melimpah. Kandungan kalsium karbonat yang tinggi dalam cangkang telur ini bisa digunakan untuk mengobati asam lambung," tuturnya.

Mereka pun melakukan penelitian secara intensif untuk menggali manfaat limbah cangkang telur sebagai antasida. Sebelumnya, limbah cangkang telur dipisahkan dari kulit arinya. Setelah itu, cangkang telur diekstraksi untuk diambil kalsium karbonatnya lalu dibuat serbuk yang selanjutnya dibuat kedalam bentuk tablet.

Dika menjelaskan mereka membuat antasida dari limbah cangkang telur dalam bentuk fast dissolve tablet (FDT). Tablet jenis ini didesain mudah dan cepat larut setelah melewati kerongkongan. Sediaan FDT ini tidak hanya mampu bereaksi dengan cepat mengatasi asam lambung, tetapi juga tidak mengharuskan kontak asing dengan lidah. Kebanyakan antasida yang beredar di pasaran umumnya berupa suspense, effervescent, atau tablet kunyah yang seluruhnya menimbulkan kontak asing dengan lidah. Sementara itu, sediaan antasida berupa tablet biasa akan membutuhkan waktu relatif lebih lama untuk mengatasi sakit maag.

“Untuk tablet maag biasa butuh waktu relatif lama untuk menetralkan asam lambung karena perlu proses mengunyah terlebih dulu. Makanya, kita coba membuat obat maag dalam bentuk FDT ini yang cepat larut dan bereaksi tanpa harus mengunyah ,” paparnya.

Dari penelitian yang dilakukan diketahui antasida yang terbuat dari limbah cangkang telur terbukti mampu menurunkan kadar asam lambung. Uji simulasi asam lambung menunjukkan bahwa tablet yang dibuat mampu menetralkan asam lambung dengan menaikkan pH asam menjadi basa hanya dalam waktu 6 menit. Keadaan basa akan terjaga selama lebih dari 30 menit sehingga menjaga penderita dari rasa sakit yang timbul jika terlalu banyak asam yang ada pada lambung.

Penelitian yang mereka lakukan menunjukkan adanya potensi limbah cangkang telur sebagai antasida. Antasida ini bisa menjadi alternatif dalam pengobatan sakit maag. Oleh sebab itu, mereka berharap nantinya ada penelitian lanjutan untuk mengetahui efektivitasnya pada manusia. (Humas UGM/Ika)

Sumber: 
http://ugm.ac.id/id/berita/11713-mahasiswa.ugm.olah.limbah.cangkang.telur.jadi.obat.maag

Jumat, 20 Mei 2016

Kisah Sang Kunang-Kunang



Kisah Sang Kunang-Kunang
“Seorang pemimpin tua Negeri Kunang bertahun-tahun selalu bercerita tentang kisah sebuah lilin kepada murid-muridnya yang juga sangat disukai mereka. Seluruh murid menganggap diri mereka telah memahami dengan baik arti cinta yang disebut lilin itu.
            Seorang murid berdiri di depan kelas, kemudian mulai menceritakan semua pengalamannya yang berkaitan dengan lilin. Riuh redam tepuk tangan pun membanjirinya, dan ia pun dinobatkan sebagai juara sekolah.
            Namun, apa mau dikata, si tua sang pemimpin Negeri Kunang mengumumkan bahwa si murid berilmu tadi hanya dianggap sebagai “mengetahui”.
            Kemudian, bertanyalah sang pemimpin, ‘Wahai anak-anakku, adakah di antara kalian yang pernah mengamati lilin dari dekat?’ Karena tak ada tanggapan, seorang murid pemberani segera maju ke depan kelas dan berjanji akan mengamati lilin dari dekat di jendela sebuah penginapan. Sang pemimpin member selamat kepada sang murid.
            Akhirnya, sang murid memulai perjalanan penuh aral itu. Setelah menempuh bermacam-macam kesulitan dan marabahaya, sampailah ia ke sebuah penginapan. Murid itu pun akhirnya dapat memenuhi janjinya, mengamati lilin dari dekat. Setelah puas mengamati lilin yang menyala itu, ia memutuskan pulang. Begitu banyak hal yang ingin diceritakannya. Mereka belum pernah melihat lilin mendengarkan ceritanya sambil menahan napas. Mereka lalu mulai memberinya selamat yang teramat tulus dari lubuk hati.
            Namun, si tua pemimpin Negeri Kunang mengatakan bahwa si murid baru sampai pada tahapan ilmu “ainul yaqin”.
            Ia lalu bertanya kembali, ‘Adakah di antara kalian yang pernah berada di dekat lilin?’ Karena tak ada tanggapan, seorang murid pemberani segera maju ke depan kelas dan berjanji akan berada di sisi lilin itu. Diiringi ungkapan selamat dari teman-temannya, ia pun memulai perjalanan berbahaya itu. Berhari-hari dan berbulan-bulan lamanya perjalanan penuh aral, halangan, dan cobaan ditempuhnya. Akhirnya, ketika sampai ke penginapan yang dimaksud, kunang-kunang kecil itu menyadari bahwa apa yang dikatakan teman-temannya itu benar. Lilin itu benar-benar indah. Dengan pancaran cahaya yang sempurna, lilin itu mengundang sang kunang-kunang ke dekatnya. Matanya yang dibutakan cinta sudah tak lagi melihat apa pun di dunia. Kunang-kunang itu pun jatuh menabrak lilin. Ia berusaha kembali menggapai sang lilin. Namun, yang terjadi adalah sayap dan tubuhnya terbakar habis. Ia menemui kesialan justru pada lilin yang dicintainya. Teman-temannya yang mengetahui kejadian itu menangisi kepergiannya akibat jatuh ke dalam lautan cinta itu.
            Si tua pemimpin Negeri Kunang kemudian mengatakan bahwa yang patut mendapat ungkapan selamat adalah teman mereka yang mati itu. ‘Nah, teman kalian inilah yang disebut memiliki pengetahuan “haqqul yaqin”. Di antara kita semua, dialah yang paling tahu dan benar pemahamannya atas perkara lilin itu. Ia telah melawan serta menghancurkan segenap hawa nafsunya untuk menemukan hakikat kekasihnya. Sebuah puntung saat bertemu dengan abunya. Kematian, bagi kita, adalah hari raya,’ kata sang pemimpin menutup pelajarannya.”

Kutipan dari novel:
Khadijah: Ketika Rahasia Mim Tersingkap

Senin, 09 Mei 2016

Makarim al-Akhlaq : Pentingnya Etika dan Moral

Dimensi etis (akhlaqi) di dalam ajaran Islam memiliki kedudukan tinggi, meski dalam perjalanannnya, dimensi hukum lebih mendominasi pikiran kebanyakan kaum muslim. Padahal semestinya tidaklah demikian, sebab nabi Muhammad saw jelas-jelas telah mendaku dirinya sebagai utusan Allah yang diberi misi menyempurnakan akhlak yang mulia (innama bu’itstu li utammima makarim al-akhlaq). Karenanya, di dalam al-Qur`an ayat-ayat hukum kurang lebih hanya 500 ayat.
Makarim Akhlaq
Makarim Akhlaq
Menurut hemat saya, dimensi etis merupakan titik temu antar agama. Akidah dan syariat setiap agama boleh saja berbeda, tetapi ajaran nilai-nilai etisnya masih dapat dipertemukan. Misalnya, ajaran tentang kasih sayang, bersikap jujur, dan amanah. Tak ada satu agama pun yang menolak ajaran-ajaran tersebut.
Dus, dengan demikian pada dasarnya ajaran etis bisa dijadikan pintu masuk untuk membangun nilai-nilai toleransi antar umat beragama. Sebab, nilai-nilai toleransi sangatlah mendasar untuk menciptakan kehidupan yang rukun dan damai sebagaimana dicita-citakan Islam.
Kesadaran akan nilai-nilai etis di dalam ajaran Islam telah membuat para ulama klasik menghimpun ajaran Islam tentang hal itu. Salah satunya ulama salaf yang mengumpulkan pelbagai hadits yang terkait dengan ajaran Islam mengenai moralitas adalah Ibnu Abi ad-Dunya melalui kitabnya yang bertitel Makarim al-Akhlaq.
Ibnu Abi ad-Dunya dikenal sebagai pakar hadits pada zamanya bahkan sampai sekarang. Di samping dikenal sebagai ahli hadits, Ibnu Abi ad-Dunya juga dikenal sebagai seorang pemberi petuah ulung. Pada saat memberikan petuahnya, ia bisa membuat pendengarnya tertawa, tetapi sebaliknya juga membuat pendengarnya menangis tersendu-sendu.
Nama panjang Ibnu Abi ad-Dunya ialah Abu Bakr Abdullah bin Muhammad bin Ubaid Ibnu Abi ad-Dunya, dan lahir di Baghdad pada tahun 201 H / 823 M dan meninggal pada tahun 281 H / 894 M. Ia hidup pada masa kekhalifahan Abbasiyah dan mengajarkan etika kepada khalifah al-Mu’tadhid Billah sewaktu masih remaja dan anaknya, yaitu Khalifah al-Muktafi Billah.
Intelektual kelahiran Baghdad yang satu sungguh luar biasa produktifitasnya dalam menulis. Setidaknya ada sekitar 164 karya yang berhasil diselesaikan. Di antaranya ialah kitab Makarim al-Akhlaq al-Faraj ba’d asy-Syiddah, Dzamm al-Malahi, asy-Syukr, Fi ‘Aza`ib al-Khalq, al-Isyraf fi Manazil al-Asyraf, Dzamm ad-Dunya, dan Akhbar Quraisy.
Kitab Makarim al-Akhlaq yang ditulis Ibnu Abi ad-Dunya memuat kurang lebih 487 petuah-petuah moral, baik yang dinukil dari Nabi maupun para sahabat, dan disertai dengan menyebutkan tramisinya (sanad). Semua petuah etis tersebut dibagi menjadi 10 bab. Di antaranya ialah bab tentang akhlak atau etika yang baik, malu, kejujuran, menyambung tali silataurahmi, amanah, dan dermawan.
Jangan harap kita akan menemukan penjelasan penjang lebar secara filosofis mengenai konsep akhlaq di dalam kitab tersebut. Tetapi melalui judulnya kita bisa menangkap pesan kuat tentang pentingnya nilai-nilai etis.
Ketika kita membuka lembaran pertama kitab Makarim al-Akhlaq, kita akan langsung disuguhi petuah-petuah moral dari Nabi. Misalnya, pada petuah pertama, Ibnu Abi ad-Dunya langsung menggebrak dengan menyebutkan hadits riwayat Abu Hurairah yang mengatakan: “Bahwa Rasulullah bersabda: ‘Kemulian seseoarng adalah agamanya, keperwiraannya adalah akalnya, dan kedudukannya adalah akhlaknya”. [H. 3-4].
Hadits di atas sungguh menarik untuk kita cermati dan renungi secara mendalam. Menurut hemat saya, agama akan menjadikan kemulian seseorang baik lahir maupun batin, ucapan maupun tindakannya, dengan catatan seseorang tersebut taat menjalankan perintah agamnya. Sebab, agama memerintahkan kepada kebaikan. Dengan kata lain, agama pada dasarnya mengarahkan manusia kepada kehidupan yang terbaik. Jadi, jika kita saat ini sering menjumpai orang yang mengaku beragama tetapi prilakunya tidak sesuai dengan agama, maka jangan salahkan agama, tetapi penganutnyalah yang tidak beres.
Manusia memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari binatang karena kemampuan akalnya. Sebab, dengan akalnya, manusia mampu membedakan mana tindakan yang luhur dan mana yang hina. Di samping itu, akal juga dapat mengarahkan manusia agar memberikan hak kepada yang berhak, baik itu hak Allah maupun hak makhluk-Nya. Dengan, demikian, pada dasarnya akal bisa membimbing kepada keberagaaman yang benar.
Kedudukan seseorang tidak ditentukan kedudukan orang tuanya, bukan juga kekayaannya, tetapi, ia ditentukan akhlaknya. Jika, ia adalah orang yang memiliki akhlak baik, niscaya ia akan memiliki kedudukan mulia. Akhlak yang baik saling berkaitkelindan dengan agama dan akal. Sebab, akhlak yang baik itu itu merupakan tuntutan agama, sedang agama tidak bisa dipahami kecuali dengan akal sehingga benar apabila dikatakan “la dina liman la ‘aqla lahu” (Tidak ada agama bagi orang yang tidak memilik akal).
Jika kita membaca kitab Makarim al-Akhlaq karya Ibnu Abi ad-Dunya ini secara keseluruhan maka setidaknya kita akan sampai pada sebuah kesimpulan bahwa Islam sungguh menjunjung tinggi-tinggi aspek moral dalam kehidupan, baik kehidupan beragama maupun sosial. Di sinilah kita akan menemukan titik temu antar agama. Salam. (ed. @viva_tnu)
Tentang Buku
Judul              : Makarim al-Akhlaq
Penulis           : Ibnu Abi ad-Dunya
Penerbit         : Bairut-Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah
Cet                  : Tahun 1421 H / 2000 M
Tebal              : 307 halaman

Kamis, 25 Februari 2016

Pengantar Kimia Komputasi

Rangkuman Konsep Pengantar Kimia Komputasi

1.      Pendahuluan
Kimia komputasi tidak dapat dilepaskan dengan pengertian pemodelan molekul. Pemodelan molekul dengan menggunakan teknik komputasi dimaksudkan untuk menghasilkan data sifat struktur suatu senyawa yang dapat melengkapi data eksperimen dalam upaya memahami system kimia. Ruang lingkup kimia komputasi menyangkut simulasi dinamika molekul, mekanika statistik, sifat struktur, HKSA, mekanisme reaksi, hubungan energy dan struktur, visualisasi molekul dan interaksi molekul.

2.      Metode Kimia Komputasi
Metode kimia komputasi secara garis besar dibedakan atas mekanika molekul dan metode struktur elektronik. Mekanika molekul didasarkan pada mekanika klasik dan dapat digunakan untuk menentukan sifat senyawa yang mempunyai massa molekul besar. Metode struktur elektronik dapat berupa ab initio, semiempiris, post-SCF, dan DFT. Ketiga metode ini dapat menentukan sifat senyawa yang didominasi oleh peran elektron seperti muatan atom dan spectra UV, dan sifat penting lain dari system kimia. Namun demikian metode struktur elektronik ini memerlukan kemampuan computer yang tinggi.

3.      Mekanika Molekul
Metode mekanika molekul sangat bermanfaat untuk digunakan dalam memodelkan senyawa dengan massa molekul besar. Kelemahan metode ini adalah tidak dapat menjelaskan fenomena kimia yang sangat bergantung pada perilaku elektron dan medan gaya sangat spesifik digunakan untuk jenis senyawa tertentu. Kelebihan metode ini adalah dapat dilakukan dengan cepat dan tidak memerlukan kapasitas komputer yang handal.

4.      Mekanika Molekul
Metode ab initio merupakan metode paling baik dalam prediksi sifat senyawa dibandingkan dengan metode semiempiris maupun mekanika molekul. Sifat senyawa seperti muatan atom neto, dipole, spectra UV, NMR dan IR dapat ditentukan dengan metode ini. Keberhasilan penggunaan metode ini bergantung pada pemilihan himpunan basis yang sesuai untuk masalah yang sedang dikaji. Kelemahan dari metode ini adalah keperluan yang besar akan waktu komputasi, media simpan dan memori computer.

5.      Kimia Kuantum Semiempiris
Metode semiempiris dibedakan atas dasar pendekatan parameterisasi data eksperimen dan penyederhanaan perhitungan integral dalam prosedur SCF. Pada umumnya metode ini baik cukup baik dalam memprediksi sifat molekul. Untuk keperluan khusus, seperti analisis spektra, harus dilakukan pemilihan metode semiempiris yang parameterisasinya didasarkan pada data spektroskopi.

6.      Metode Korelasi Elektron dan Teori Fungsi Kerapatan, DFT
Metode korelasi elektron memberikan arti sebagai koreksi terhadap perhitungan ab initio, karena itu sering dinamakan dengan metode post-SCF. Pemilihan metode korelasi elektron sangat bergantung pada masalah kimia yang akan dikaji. Jika pengaruh korelasi elektron diperkirakan kecil, maka dapat dilakukan perhitungan dengan metode ab initio untuk UHF (sel terbuka) saja, karena akan memberikan waktu perhitungan yang kecil dengan keakuratan yang tidak berbeda secara signifikan dengan hasil perhitungan korelasi elektron. Perhitungan prediksi sifat kimia dari suatu system kimia sangat baik jika dilakukan dengan metode DFT dengan menggunakan himpunan basis yang sesuai untuk sistem yang dikaji.

7.      Hubungan Kuantitatif Struktur dan Aktivitas
QSAR merupakan salah satu bidang kajian kimia yang menghubungkan sifat struktur dengan aktivitas obat suatu senyawa. Kimia komputasi dapat memberikan sumbangan data predictor teoritis seperti muatan atom, dipole dan spectra senyawa untuk digunakan sebagai  masukan dalam menghasilkan persamaan QSAR. Jika persamaan QSAR telah dihasilkan, maka kita dapat mendesain suatu senyawa dengan aktivitas tertentu dan memberikan prediksi tersebut kepada ilmuwan sintesis untuk mensintesis senyawa tersebut.

8.      Desain Senyawa Obat
Kimia komputasi dan secara umum pemodelan molekul memberikan peluang besar untuk dapat menemukan dan mendesain molekul obat baru yang memiliki aktivitas lebih tinggi dari senyawa obat yang telah dikenal. Kemampuan computer grafis untuk menggambarkan secara detail interaksi senyawa obat dengan reseptornya akan dapat memberikan prediksi yang sangat memadai dalam memberikan usulan senyawa baru yang lebih potensial.

9.      Simulasi Monte Carlo dan Dinamika Molekular
Simulasi Monte Carlo menitik beratkan pada penentuan struktur suatu sistem kimia dalam keadaan paling stabil tanpa dapat menggambarkan proses terjadinya pencapaian keadaan stabil tersebut. Simulasi dinamika molecular mampu menjelaskan dan memberikan gambaran tentang proses suatu sistem kimia dalam mencapai keseimbangan sistem.

10.  Pemodelan Solvasi
Pemodelan solvasi merupakan penerapan kimia komputasi yang dapat memberikan keunikan bagi peneliti untuk mengembangkan pendekatan teoritikal yang sedapat mungkin sesuai dengan keadaan eksperimental. Berbagai metode pemodelan solvasi selalu diarahkan agar dapat mengakomodasi semua interaksi antar molekul yang terjadi dalam sistem kimia yang sedang dipelajari.

11.  Pemodelan Spektroskopi
Analisis spectra senyawa dapat dilakukan dengan baik atas dasar hasil perhitungan kimia komputasi. Hal ini sangat membantu dalam mengelusidasi struktur senyawa organic yang memiliki struktur cukup rumit seperti yang terdapat dari senyawa bahan alam. Spectra UV-Vis, NMR, dan IR sangat esensial dalam proses penentuan struktur senyawa organic.

Untuk materi lebih lengkap dapat dibaca di buku:
Pengantar Kimia Komputasi
Prof. Dr. Harno Dwi Pranowo
Prof. Dr. Abdul Kadir Rukman Hetadi

Rabu, 24 Februari 2016

Perkembangan Teori Atom

Perkembangan Teori Atom

Atom adalah bagian terkecil dari suatu zat yang tidak dapat dibagi-bagi lagi.

Teori Dalton
Atom menurut Dalton adalah sebagai berikut:
1.      Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil
2.      Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi
3.     Atom suatu unsur sama memiliki sifat sama, sedangkan atom unsure berbeda, berlainan dalam massa dan sifatnya
4.      Senyawa terbentuk jika atom bergabung satu sama lain
5.   Reaksi kimia hanya melibatkan penataan ulang atom-atom, sehingga tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia
Kelemahan:
Menurut teori atom Dalton nomor 5, tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia. Kini ternyata dengan reaksi kimia nuklir suatu atom dapat berubah menjadi atom lain.

Teori J.J Thomson
Dalam atom terdapat elektron-elektron yang tersebar secara merata dalam bola bermuatan positif. Jumlah muatan positif sama dengan muatan negatif, sehingga atom bersifat netral.

Teori Rutherford
Dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif, berukuran jauh lebih kecil daripada ukuran atom, tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal dari massa intinya.
Kelemahan:
Ketidakmampuan untuk menerangkan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya tarik elektrostatis inti terhadap elektron.

Teori Atom Bohr
Atom terdiri dari inti atom yang merupakan pusat massa dan muatan positif, sedangkan elektron yang bermuatan negatif berputar mengelilingi inti atom pada tingkat energi tertentu (lintasan tertentu).
Secara lebih rinci pokok-pokok model atom menurut Bohr adalah sebagai berikut.
1.        Dalam atom terdapat lintasan stasioner dengan tingkat energy tertentu dan elektron dapat beredar mengitari inti tanpa disertai pemancaran atau penyerapan energy. Lintasan itu disebut dengan kulit atom, adalah orbit berbentuk lingkaran dengan jari-jari tertentu.
2.     Dengan menyerap energy dari lingkungannya, elektron dapat berpindah dari lintasan berenergi rendah (lintasan lebih dalam)  ke lintasan berenergi lebih tinggi (lintasan lebih luar). Sebaliknya, energy dilepaskan bila elektron berpindah dari lintasan berenergi lebih tinggi ke lintasan yang berenergi lebih rendah.
Kelemahan : Model atomnya tidak dapat menjelaskan spectrum atom atau elektron berelektron banyak

Teori Atom Modern
1.   Louis Victor de Broglie, menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai gelombang.
2. Werner Heinsberg, mengemukakan ketidakpastian materi yang bersifat sebagai partikel dan gelombang. Menurut prinsip ini momentum dan kedudukan elektron tidak dapat ditentukan secara bersamaan. Jarak atau letak elektron-elektron yang mengelilingi inti hanya dapat ditentukan dengan kemungkinan-kemungkinan saja.
3.   Erwin Schrodinger, menyatakan bahwa elektron-elektron yang mengelilingi inti terdapat di dalam suatu orbital yaitu daerah tiga dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energy tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar. Orbital dapat digambarkan sebagai awan elektron, yaitu bentuk-bentuk ruang dimana suatu elektron kemungkinan ditemukan. Semakin rapat awan elektron maka semakin besar kemungkinan elektron ditemukan dan sebaliknya.

Sang Penyair

“Aku akan bahagia karena aku adalah Sang Penyair. Seorang penyair bersandiwara dengan fitrahnya. Ia akan merasakan kenikmatan dengan memakai pakaian yang bukan jubahnya, menampakkan perasaan jiwa yang bukan suara hatinya. Ia berperan sebagai orang gila, padahal dia orang yang cerdas. Berperan sebagai pemberani, padahal ia pengecut. Berperan bahagia, padahal ia … menderita. Ia akan juga bisa berperan sebagai pecinta, yang menekan getaran cinta di hati untuk kebahagiaan orang lain.
Dia akan mendengar suara kalbuku yang terucap dari mulutmu, merasakan jiwa dan ruhku dari tubuhmu. Meminum perasaan sukmaku dari gelasmu, menyanyikan irama laguku, tetapi dari kenyaringan suaramu.”


Kutipan dari novel : Sang Penyair
Karya dari Mustafa Luthfi El Manfaluthi

Pola Pikir Pra-Sekolah


Emak dulu ingin anak-anaknya sekolah. Dia sendiri tak pernah sekolah. Jadi, ia memiliki semacam “dendam”, bahwa anak-anaknya harus sekolah.

Tak ada sekolah di kampung kami saat anak laki-laki Emak memasuki usia sekolah. Emak memutuskan untuk mengirim anaknya ke kampung lain, jaraknya 3 hari berkayuh sampan dari kampung kami. Emak rela berkayuh 3 hari untuk sekedar mengirim anaknya masuk SD.

Kelak kampung kami punya sekolah. Orang-orang bergotong royong membangun sekolah. Ayah termasuk salah satu yang memotori pembangunan sekolah ini. Guru didatangkan, digaji dengan sumbangan yang dikumpulkan sekadarnya dari orang-orang kampung. Guru ini kelak menjadi menantu Ayah.

Saat anaknya tamat SD, Emak mengirim anaknya sekolah ke kota. Tindakan itu termasuk yang pertama kali terjadi dalam sejarah kampung kami. Anak-anak Emak yang lain mendapat giliran. Begitu tamat SD, dikirim melanjutkan sekolah ke kota.


Langkah Emak ini kemudian diikuti banyak orang kampung. Mereka mengirim anak-anaknya sekolah ke kota setamat mereka dari SD. Banyak dari mereka yang berhasil. Macam-macam jadinya setelah mereka sekolah ke kota.

Ada yang jadi guru, pegawai pemerintah, karyawan swasta, atau jadi pengusaha. Banyak dari mereka yang berhasil membebaskan diri dan orang tua dari belitan kemiskinan.


Tapi tak semua berhasil. Ada yang putus sekolah. Ada yang hanya menghamburkan harta orang tuanya yang tak seberapa di kota. Mereka hanya mendapat gaya hidup orang kota secara semu, gagal memanfaatkan kota sebagai tempat belajar.

Sebagian kembali ke kampung dengan tangan hampa. Ada pula yang bertahan di kota, hidup sebagai orang pinggiran.


Apa yang membedakan semua ini? Pola pikir! Waktu mengirim kami sekolah, Emak tak pernah mengajarkan bahwa sekolah akan mengubah segalanya.

“Bukan sekolah yang akan mengubah kau, tapi tanganmu!” itu pesan Emak selalu.

Artinya, sekolah hanyalah tempat belajar. Tapi hanya orang yang memang siap belajar yang akan dapat belajar. “Masuk sekolah itu, buka mata buka telinga, lapangkan pikiran. Kalau masuk sekolah sekadar ulang alik pulang pergi, isi kepala kau akan tetap kosong.”
Ada satu lagi yang sering diomelkan Emak, soal tipu daya kota. “Jangan kau lihat macam megah saja kota itu. Tipu daya semua itu. Kau tengok anak-anak orang kaya, lalu kau pun nak berlagak macam mereka. Itulah awal kehancuran kau. Ingat selalu, kita ini orang miskin. Kita baru nak berjuang untuk berhenti jadi orang miskin. Jangan tipu diri dengan berlagak macam orang kaya,” kata Emak berulang-ulang.


Tiba masa libur sekolah, tak ada kesempatan berleha-leha ke kota. Pulang kampung. Apa dibuat? Kerja kebun.

“Dah puas lah kau melenakan badan selama sekolah. Waktu libur, gerakkan badan itu, supaya jangan jadi daging mati.”

Pernah suatu saat waktu libur sekolah, setiap hari saya kerja di kebun. Bahkan paman yang tinggal agak jauh dari rumah kami pun tak tahu bahwa saya pulang. Berbeda betul dengan beberapa anak kampung yang lain. Kalau mereka pulang musim libur, jadi riuh rendahlah kampung oleh polah mereka. Macam-macam saja perayaan yang mereka buat. Mereka pulang laksana para pembesar negeri yang sedang pulang berlibur.


Pesan Emak itu abadi. Waktu saya hendak berangkat kuliah ke Yogya, pesan itu diulang-ulang terus, sampai saya sudah menjinjing tas hendak menuju ke bandara.

Di Yogya saya saksikan hal-hal yang sama. Banyak anak orang kaya dikirim sekolah. Lagaknya membuat heboh. Kalau tiba masa liburan, kami pulang bersama-sama. Selama perjalanan, kapal jadi riuh rendah oleh polah mereka. Tapi begitulah. Tak sedikit dari mereka ini yang kemudian gagal. Pulang kampung dengan tangan hampa.

Jadi, pelajaran penting dari Emak, sekolah itu penting. Tapi yang lebih penting lagi adalah menyiapkan atau membangun pola pikir. Pola pikir itu yang akan menentukan tingkah laku. Ia akan menentukan gagal atau suksesnya kita.

Tulisan Hasanudin Abdurakhman lain bisa dibaca juga dihttp://abdurakhman.com


Sumber : www.kompas.com